site stats Tata Cara Ibadah Gmim | Thegistsmag.com

Home | Tutorial | Tata Cara Ibadah Gmim

Tata Cara Ibadah Gmim

Tata Cara Ibadah Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM)

Ibadah merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan seorang Kristen. Ia adalah momen di mana umat bersekutu dan menyembah Allah bersama-sama. Di Indonesia, terdapat berbagai macam tradisi ibadah yang dijalankan oleh gereja-gereja setempat. Salah satu gereja yang memiliki tata cara ibadah yang unik adalah Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

TATA IBADAH BENTUK I -  JULI  - Dodoku GMIM
TATA IBADAH BENTUK I – JULI – Dodoku GMIM

GMIM adalah salah satu aliran dalam agama Kristen Protestan yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Gereja ini didirikan oleh para misionaris Belanda pada tahun 1852 dan sejak itu, GMIM telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat di Minahasa. Salah satu ciri khas GMIM adalah tata cara ibadahnya yang terdiri dari beberapa tahapan.

Tahap pertama dalam tata cara ibadah GMIM adalah perayaan dan penyambutan. Sebelum ibadah dimulai, umat yang hadir akan menyanyikan lagu-lagu puji-pujian sebagai tanda syukur kepada Tuhan. Setelah itu, seorang pendeta akan memimpin doa pembukaan dan memberikan pengantar mengenai tema ibadah hari itu. Biasanya, tema ibadah GMIM mengacu pada peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus Kristus atau kejadian-kejadian penting dalam tahun gerejawi.

Selanjutnya, adalah tahap pengakuan dosa dan pengampunan. Dalam tata cara ibadah GMIM, umat diajak untuk merenungkan dosa-dosa mereka dan mengakuinya di hadapan Tuhan. Pendeta akan membimbing dan memimpin umat dalam doa pengakuan dosa. Setelah itu, umat akan diberikan kesempatan untuk merenungkan dan menerima pengampunan dari Tuhan.

Setelah tata cara pengakuan dosa, ibadah GMIM melanjutkan dengan tahap pendengaran Firman Tuhan. Sebuah bacaan Alkitab dipilih dan dibacakan oleh pendeta. Biasanya, bacaan ini akan dijelaskan dan diuraikan dalam khotbah oleh pendeta. Khotbah ini bertujuan untuk memberikan pengajaran dan penerapan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari umat.

Tahap berikutnya adalah tata cara berdoa. GMIM memiliki kebiasaan dalam tata cara berdoa, yaitu dengan posisi berlutut bersama. Umat akan berlutut bersama dan memanjatkan doa-doa kepada Tuhan. Doa-doa ini mencakup pujian, syukur, permohonan, dan pengakuan iman. GMIM juga mempercayai kuasa penyembuhan melalui doa, sehingga seringkali ada sesi doa penyembuhan di dalam ibadah.

Tata cara ibadah GMIM juga meliputi perayaan Sakramen Kudus. Sakramen Kudus dalam GMIM terdiri dari Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Perjamuan Kudus. Pembaptisan dilakukan dengan cara pencelupan dan Perjamuan Kudus dilakukan dengan menggunakan roti dan anggur sebagai simbol tubuh dan darah Yesus Kristus. Biasanya, setelah menerima Sakramen Kudus, umat akan diberikan kesempatan untuk berdoa secara pribadi.

Terakhir, adalah tahap penutup ibadah. Ibadah GMIM biasanya ditutup dengan doa penutup dan doa syukur. Umat juga akan menyanyikan lagu penutup sebagai ungkapan syukur dan pujian kepada Tuhan. Setelah itu, pendeta akan memberikan berkat penutup dan ibadah pun selesai.

Tata cara ibadah GMIM ini telah dijalankan oleh umat Kristen di Minahasa selama bertahun-tahun. Ia tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antar umat. GMIM sangat menghargai tradisi dan budaya lokal, sehingga dalam tata cara ibadahnya terdapat unsur-unsur lokal yang memperkaya pengalaman beribadah. Ia adalah bentuk nyata dari kecintaan umat Kristen Minahasa terhadap Tuhan dan saling mengasihi sesama.

Bagikan:
Ionania

Hanya Blogger Kampung yang suka dengan dunia teknologi, sedang membangun media informasi sekala internasional.

Leave a Comment